Ibnumasudalbantani's Blog

Ikon

saling berbagi diatas secarik blog…

JANGAN SOK TAHU!


Ini adalah sebuah tarian benang kusut pengurai gelisah, entah puisi atau bukan.

 

JANGAN SOK TAHU!

Karya: Alfain Suhuda ibnu Mas’ud CH Al-Bantani.

 

Kalian sok tahu!

Dari sekedar pembritaan media.

yang sekedar-sekedar tentang kampus kami,

Pun… kalian cerna sekedarnya!

lalu berlagak sok tahu segala!

Bagai katak diawal musim hujan!

Berisik tahu!

 

Takkah sadar?

kalian sok tahu!

Contoh kecil takkan pernah bisa mewakili kebesaran kampus kami!

Kecilnya contoh, bualan demi bualan membuat mual!

Acap kali kalian bercakap tentang kampus kami

ina… inu…

lugu nian nampaknya.

Tampak lugu!, padahal…

Amit tahu!

 

Adakah berpikir?

kalian sok tahu!

Itu semua & semua itu mungkin benar adanya,

mungkin…

namun sangat bisa itu hanya fitnah tuk berkelakar!

Tahu tak?

Tak lucu tahu!

Ha!

Yang tinggal adalah getir yang terdengar!

 

Kalian… sungguh,,, sok tahu!

Perlukah kami lukiskan?

Tentang kemegahan kampus kami!

 

Kampus kami adalah Dunianya!:

Para penghafal & pengamal qur’an!

Para inisiator penyeru kebenaran!

Para pecinta sunah dan penggiat dakwah!

Para penggerak sistem ekonomi syariah!

Para intelektual poltik islam!

Para cendikia-cendikiawan muslim!

Para pelaku seni & budaya islam!

Hingga…

Para penakluk kerasnya alam!

Para terampil beraneka kecakapan!

Para olahragawan yang membanggakan!

Para pejuang kemanusiaan & lingkungan hidup!

Para kesatria ragam beladiri!

Para disiplin setara militer!

…?

 

Percayakah?

Ter-se-rah!!!

Inilah kami, kampus kami, dan cita-cita luhur kami, apa adanya!

Banyaklah kiranya!

tak perlu kami lukiskan dengan zahir!

 

Sungguh sayang…

Sayang…, sungguh kalian tetap sok tahu!

Sok mengumbar!, mengumpat!, melebel!

suatu perkara yang takkan pernah serupa!

Sangat jelas itu bukan kampus kami!

Tanyalah hijaunya nusantara!

Dimanakah kampus pembaharu?!

 

Wahai kalian yang sok tahu!

Kami disini dan kampus tempat kami berpijak!

bukan seperti dalam benak kalian!

Kami disini bersama kampus ini!

Bersama para pemabaharu islam!

Ambil peran nyata dalam membangun negri, sejahterakan umat!

 

Perlulah kalian tahu!

Kalian perlu tahu!

Kami disini berjuang melawan segala fitnah!

Baik dalam & luar yang semakin nyata!

Kami disini berpeluh keringat bermandikan darah!

semangat membaharu adalah jati diri kami!

Tujuan kami & kampus kami jelas!

bukan seperti fitnah kejam yang menginjeksi dari dalam!

bukan pula seperti fitnah busuk yang mengontaminasi daril luar!

 

Sedari awal Konsep kami dan kampus kami jelas!

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA”!

Inilah kami!

kampus kami!

Lantas!

BAGAIMANA DENGAN KALIAN?!

Nb:
siapun kalian, apapun latar belakang kalian. Perlu kalian ketahui, jika memang suatu aib adalah suatu kebenaran dari lingkungan tempat anda berkehidupan dan bertumbuh disana. Berusahalah sampai berpeluh dan bermandikan keringat bahkan darah untuk turut berjuang membersihkannya!.
Namun, apabila aib tersebut merupakan sebuah fitnah (baik yang berasal dari dalam maupun luar), maka berusahalah pula tuk berpeluh keringat & bermandikan darah tuk menepis, melawan fitnah-fitnah itu dan memebrsihkan pula hingga sampai keakar permasalahnnya!.
Sebab ketika kalian mendiamkan karena tidak peduli!, itu sama saja dengan mengiyakan dan menginjak-injak jati diri & kehormatan kalian!
Janganlah menjadi barisan orang-orang yang munafik!
Jadilah barisan orang-orang yang bertanggunjawab atas keimanan, amal sholeh, nasihat kebaikan dan kesabaran!
Wallahualam…

Filed under: kampus, rehat, tarbiyah,

Dunia Kampus…(1)


Bismillahirrahmanirrahiim.
Dunia kampus sebuah refleksi kehidupan nyata, ruanglingkup sosialisasi individu+komunitas yang lebih luas dan kompleks. Setiap elemen individu didalamnya dituntut untuk mematangkan diri dan komunitasnya, sebelum terjun kedunia sesungguhnya (yang merupakan himpunan yang cangkupannya lebih luas lagi). Definisi dari mematangan itu sendiri dilepas begitu saja kepada para individu+komunitas untuk mengeksplor lebih jauh tentang kematangan apa yang sesuai serta merefleksikan identitas mereka. Sehingga, mau-tidak mau dan suka-tidak suka pun, keberagaman identitas individu+komunitas kampus bertumbuh demikian lebatnya, “bagai jamur dimusim hujan”.
Mini kompleksitas dunia ini menghadirkan beragam mata pisau yang semakin banyak pemberdayagunaannya. dunia kampus bukan lagi sekedar lumbung ilmu formal belaka, tetapi bermetamorfosis menjadi sebuah paket kehidupan sosial masyarakat kota edisi portable.

Kelezatan ini tentunya tak terhidang begitu saja, sebab setiap orang sudah mesti harus mau ikut menyiapkan, memilih, memebeli, memasak, menghidang, memakan, dan merasakan. Bila dan hanya bila itu sudah dirasakan terlepas enak atau tidak, proses keberlangsungan sosilisasi kemasyarakatan akan terus berjalan. Menelusup dan menembus batas akdemik &/ profetik yang beragam, mewarnai lingkup fitrah sosial yang merupakan jati diri individu+komunitas.

ibarat pepatah, satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Filed under: kampus, rehat, tarbiyah, Uncategorized, , ,

Ayo Mengaji!


بِسْمِ اللّهِ الرّحْمَٰنِ الرّحِيمِ
konsep mentoring ke-2 ikhwan kelas X SMAN 2 Kota Serang.
Oleh: Alfain Suhuda Ibnu Mas’Ud Albantani, diamanahkan ke saudaraku tercinta karena Allah &
Rasulullah, insyaallah minggu depan ane yang ngisi.
Hari,tangggal : Sabtu, 27 Dzulhijah 1431 H/ 4-12-2010.
Durasi : 1 s.d. 2 jam.
Tempat : Masjid At-Tarbiyah / taman kolam air mancur SMAN 2 Kota Serang.
Topik : Ta’aruf tahap ke-2.
Tema : WE ARE SUPER TEAM.
Sususna Acara: (Baca & pahami sejenak susunan acaranya oke!)
1. Pembukaan.
2. Tilawah bergilir sekaligus meniymak dan men-tadabur.*
3. Kultum dari mentee/binaan/peserta mentoring (jika ada).
4. Simulasi.*
Ket:
1. Perintahkan mentee/binaan/peserta mentoring untuk menulis hikmah dari kisah
yang ada di dalam petikan materi.
2. Tawari mentee/binaan/peserta mentoring untuk mempresentasikan hikmah dari
simulasi tadi.
5. Materi mentoring oleh kakak pembina atau asistennya (penerima amanah).*
Ket:
1. Bacakan poin materi mentoring dengan komunikasi 2 arah yang baik kepada
mentee/binaan/peserta mentoring (gaya bebas tak perlu terlalau formal).
2. Perintahkan mentee/binaan/peserta mentoring untuk menulis hikmah dari kisah
yang ada di dalam petikan materi.
6. Pengumuman.*
7. Doa + Penutup.
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****
Keterangan tanda *:
Tilawah : Membaca Al Quran dimulai dari ayat 1 surat Al Baqoroh, pembacaan secara bergilir
satu orang 3 ayat.
(bagi yang belum mendapat giliran membaca dipesilahkan menyimak sambil memebaca didalam
hati)
Simulasi : All stand up (Berdiri bersama)
(MAHRAM ONLY!!!/hanya ikhwan dengan ikhwan).
Peralatan : Tidak ada.
Peserta : Seluruh mentee (binaan/peserta mentoring).
Waktu : Interfal waktu selang antara 15 s.d. 30 menit.
Tujuan :
(cukup dibaca dalam hati dan dipahami oleh mentor/kakak pembina)
1. Memehami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja.
2. Memecahkan kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan
fisik.
3. Memahami bahwa kekurangan anggota tim (terlalu gemuk atau terlalu
kecil) bukan kendala untuk kinerja tim.
4. Perencanaan strategi.
Cara Pelaksanan :
(Instruksikan kepada mentee/binaan/peserta mentoring yang hadir secara urut)
1. Kegiatan dimulai dengan sepasang anggota tim duduk dilantai dengan
posisi kedua telapak kaki saling bersentuhan, kemudian kedua tangan
saling berpegangan.
2. Kemudian mereka diminta untuk berdiri secara bersamaan dengan
cara saling menarik pegangan tangan pasangannya.
3. Setelah sukses, jumlah anggota ditambah dari dua menjadi tiga,empat,
dan seterusnya (disarankan pertambahan berjumlah genap, tetapi
ganjil juga tidak apa-apa).
4. Mereka dipersilahkan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri
secara serempak (kompak).
Materi Mentoring:
ITSAR
Definisi/Pengertian:
 Dari segi bahasa, itsar bererti mementingkan (mengutamakan) orang lain lebih dari diri
sendiri .
 Dari segi istilah, itsar adalah salah satu manfaat diniyah (manfaat keagamaan) yang
terwujud bila terjalin ukhuwah di antara orang-orang yang seaqidah.
Petikan:
1. Itsar yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yang diabadikan dalam Al Quran Surat Attaubah.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ اأنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ μ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya
penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin.(Q.S. 9:128).
2. Itsar yang dilakukan oleh Sahabat yang diabadikan dalam Al Quran Surat Al-Hayr.
وَالّذِينَ تَبَوّءُوا الدّارَ وَالْإاِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبّونَ مَنْ هَاجَرَ اإِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمّا اأوتُوا
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ اأنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحّ نَفْسِهِ فَاأولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ μ
μDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka
(Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa
yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin),
atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari
kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.(Q.S. Al-Hasr:9).
3. Diadalam sebuah hadis:
”seseorang tidak dapat dikatakan beriman sehingga dia dapat mencintai saudaranya seperti
mencintai dirinya sendiri.”(H.R. Mutafaq Alaih).
4. Kisah: (dibacakan oleh mentor/kakak pembina dengan )
 Pagi-pagi Rasulullah SAW. tersenyum melihat seorang sahabat yang telah membuktikan
sikap ukhuwahnya pada saudaranya yang lain. Beliau mendapatkan informasi bahwa
sahabat tersebut menjamu tamunya dengan hidangan yang diperuntukkan keluarganya.
Agar tamunya berselera menyantap hidangannya, dia matikan lampu rumah sehingga
makanan yang disajikan tidak tampak pada sang tamu. Hal itu dilakukan untuk
menghilangkan rasa sungkan tamunya untuk menyantap makanan tersebut. Lantaran
porsi hidangan yang tersedia hanya cukup untuk seorang. Untuk menyenangkan hati
tamunya, tuan rumah berpura-pura sedang menyantap makanan tersebut bersama-sama
dengan lahap. Sikap inilah yang mendapatkan senyuman malaikat dan membuat senang
hati Rasulullah SAW.
 Hudzaifah Al-Adawi bercerita bahwa suatu hari saat Perang Yarmuk ia mencari saudara
sepupunya sambil membawa air. Ia pun menemukan saudaranya itu dan menawarinya
minum. Saudaranya mengangguk mengiyakan.
Ketika ia hendak meminum air tersebut, ia mendengar ada orang mengerang kesakitan. Ia
menyuruh Hudzaifah memberikan air itu pada laki-laki itu. Ternyata Hisyam ibn Al-Ash yang
sudah sekarat.
Hudzaifah menurut, lalu menawarkan air pada Hisyam. Hisyam mengangguk, namun sebelum
sempat air itu diminum ia mendengar seseorang yang mengerang kesakitan. Hisyam menyuruh
pergi memberikan air itu padanya.
Ketika Hudzaifah sampai pada laki-laki itu, ternyata ia telah mati syahid.
Lalu ia kembali menemui Hisyam. Ternyata Hisyam pun telah mati syahid.
Buru-buru Hudzaifah menemui saudaranya lagi, tapi ternyata ia pun telah dipanggil
Allah.Mereka meninggal sebelum sempat meneguk air yang dibawa Hudzaifah karena lebih
memilih mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.
 Juga ketika Rasulullah SAW. membangun Madinah sebagai sentral aktivitas muslim,
beliau mempersaudarakan sahabat Muhajirin dan Anshar. Di antaranya Abdurrahman bin
Auf RA. dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi’i RA. Dengan hati yang tulus Saad bin
Rabi’ mengatakan: “Aku memiliki beberapa perniagaan silahkan ambil yang kau
cenderungi. Dan aku mempunyai beberapa isteri silahkan lihat mana yang menarik
hatimu. Akan aku ceraikan dia dan nikahilah setelah selesai masa iddahnya”. “Semoga
Allah senantiasa memberkahi dirimu dan keluargamu, terima kasih atas penawaranmu.
Akan tetapi lebih baik bagiku tunjukkanlah padaku dimana pasar?” Jawab Abdurrahman
bin Auf RA.
Pengumuman:
1. Jangan lupa hikmah simulasi & kisah dari materi untuk ditulis didalam catatan masingmasing
mentee/binaan/peserta mentoring.(tidak perlu dikumplkan)
2. Tolong bentuk ketua, sekretaris,, dan bendahara kelompok mentoring kelas X SMAN 2
Kota Serang.(cara pemilihannya cukup dengan musyawarah mentee/binaan/peserta mentoring)
3. Silahkan untuk request materi pelajaran untuk pertemuan minggu depan (insyaallah kak
Alfain yang ngisi) melalui sms ke nomor telepon seluler kak Alfain Suhuda :
087771190279. dengan format: nama mata pelajaran;bab bahasan;fokus yang akan
dibahas.(tarif pulsa operator masing-masing)
4. TETAP SEMANGAT DAN ISTIQOMAH DIJALAN DAKWAH SEKOLAH YANG
INSYAALLAH SNANTIASA DIRIDOI OLEH ALLAH SWT, karena jalan dakwah
ini perintah Allah dan sunah Rasulullah SAW.
5. Insyaallah berjumpa minggu depan di waktu dan tempat yang sama!
6. ALLAHUAKBAR!!!
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي اأدْعُو اإِلَى اللّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ اأنَا وَمَنِ اتّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا اأنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ μ
Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,
Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****
Wallahualam…
**keseluruhan isi dari tulisan ini diolah dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****

Filed under: tarbiyah

jujur, hati ini… hati ini, sungguh jujur…


Wahai saudaraku yang tak pernah lelah tuk berpikir,

adakah engkau melupakan masa-masa indah kita dalam perjuangan dakwah sekolah?

saat yang lain acuh tak acuh tak peduli, sungguh engkaulah yang gagah berani digarda terdepan!

saat yang lain menghilang bak ditelan bumi, engkaulah yang muncul dipermukaan lebih dari siapapun tuk pekikan takbir dan memulai perjuangan!

saat yang lain tersungkur tak berdaya, engkaulah yang bangkit meyingkirkan segala halang rintangan!

saat yang lain berhamburan didalam hiruk-pikuk keduniaan, engkaulah yang datang tuk menyeru suarakan amar ma’ruf nahi mungkar!

saat yang lain terhimpit dalam kejahiliyahan, engkaulah yang bertarung bangkitkan semangat utlubul ‘ilma!

dan saat-saat yang lain…

engkaulah sahabat-sahabatku yang menempati keistemawaan tersendiri dalam perjalanan manisnya halaqoh dan dakwah di sekolah itu.

 

Adakah engkau mengetahui wahai saudara-saudaraku yang dirahmati allah, sungguh aku mencintai kalian karena Allah dan Rasulullah SAW!

 

terlepas dari segala kesibukan yang berlalu-lalang,

semoga allah tetap senantiasa menghimpun hati-hati kita dalam cinta padaNya, berjumpa dalam taat padaNya, bersatu dalam dakwah padaNya, berpadu dalam membela syari’atNya.

dan semoga allah mengkukuhkan ikatannya, mengkekalkan cintanya, menunjukkan jalan-jalanya.

kemudian memenuhi hati-hati kita dengan nur cahayaNya yang tiada pernah pudar.

Melapangkan dada-dada kita dengan limpahan keimanan kepadaNya dan

keindahan bertawakkal kepadaNya.

Menyalakan hati kita dengan berma’rifat padaNya.

Mematikan kita dalam syahid di jalanNya.

Sesungguhnya Dia-lah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Ya Allah, Aamiin. Sampaikanlah kesejahteraan, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

sungguh sampai kapan pun engkau tetaplah saudara-saudaraku!

maafkan diri ku ini wahai saudara-saudaraku!

semoga Allah meridhoi persaudaraan kita dan…

MEMPERTEMUKAN KITA DIDEPAN KAKBAH & DIDALAM SURGANYA KELAK, bersama orang-orang soleh didalam barisan Rasulullah Muhammad SAW

Filed under: rehat, tarbiyah

Atas Nama Cinta


Saudaraku yang lembut hatinya,

sungguh kita saling mencintai karena allah tuhan seru sekalian alam dan karena uswah kita Rasulullah Muhammad SAW yang senanatisa menjadi satu-satunya makhluk panutan utama dalam hati kita.

Sudah menjadi pemandangan yang tidak aneh lagi ketika memasuki bulan rabiulawal dalam penanggalan qomariyah, hampir seluruh pelosok negri begitu antusias dalam merayakan maulid yang sudah terlanjur mengakar budaya dalam tradisi kenusantaraan. Walaupun dalam pelaksanaannya seringkali terjadi penggelinciran yang perlu dikembalikan pada posisinya, yang tentunya begitu sulit untuk melakukan hal tersebut.

Saudaraku yang tak henti mengingat allah dalam setiap hembusan napasnya,

terlepas dari bebagai pendapat tentang itu semua. tidakkah kita mengetahui? Bahwa ada keurgensian tersendiri bila kita bicara tentang beliau (Rasulullah SAW). Bagaimana tidak? Hal terbut sudah terpatenkan dalam ketatapan allah SWT dalam q.s. al ahzab ayat 21. Sehingga untuk kita yang mengaku sebagai umatnya, sudah semestinya kita beruswah penuh kepada beliau dan memperaktikannya  dalam segala aspek dan konteks kehidupan yang kita jalani ini. Sungguh tidak berperadaban bila ada sebagian dari orang yang mengaku umatnya, tetapi berlepas diri dari semua hal itu.

Saudaraku yang tak pernah lelah untuk saling menasehati,

bila kita bahas lebih lanjut dalm konteks kekinian dan kedisinian. Tentunya, banyak hal yang akan terlukis dalam berlembar-lembar bahkan berbuku-buku tentang uswah kita tersebut. Dari beraneka macam hal yang kita perlukan dari beruswah kepada beliau, ada satu hal yang menjadi dasar pokok dalam bangunan uswah ini, yaitu tentang akhalak. Tidaklah ini mengada-ada, dalam suatu hadis beliau berkata bahwa tidaklah beliau di utus melainkan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sangat disayangkan unsur dasar ini seringkali terlupakan begitu saja. Entah apa karena terlalu berlebihannya asupan ilmu yang kita santap? Sehingga unsur dasar ini terelakan begitu saja tanpa makna?.

Saudaraku yang terjaga dimalam hari untuk sujud dan tunduk kepadaNya,

lihatlah disekeliling kita begitu banyak kebaikan serta kemaksiatan yang silihberganti berkatifitas begitu saja. Sedikit sekali dari kebaikan itu yang merasuki kemaksiatan untuk kemudian diubah menjadi kabaikan, namun begitu tidak sedikit kemasiatan yang menyuntik kedalam kabaikan yang mengakibatkan kebaikan itu termuatsi menjadi kemaksiatan. Entah caranya dipakai salah atau medianya  yang dipakai salah. Ketika memandang suatu maksiat didepan kita, tindakan cepat memang diperlukan, namun apakah itu sudah tepat?. Semua hal besar sudah semestinya harus diselesaikan dengan cara yang mendasar.

Saudaraku yang begitu lapang dadanya dalam menyikapi hidup,

Adakah kita lupa tentang kisah perjanjian hudaibiyah yang menjadi tolak awal kemenangan besar kaum muslimin? Begitu melegenda mempertekuk lutut kaum-kaum yang memusuhi islam ketika itu. Tidak sedikit awalnya pihak kaum muslimin yang meragukan isi dari perjajian tersebut. Namun bagaiman Rasulullah SAW menyikapi hal tersebut?, beliau tetap konsinten terhadap isi perjanjian tersebut yang sepintas lalu merugikan kaum muslimin. Berbagai hal terjadi pasca perjanjian tersebut, yang sesungguhnya allah sedang mentarbiyah ketaatan kaum muslimin kepadaNya dan usawah yang mereka cintai tersebut.

Suatu hari, ketika kaum muslimin masih berdiam di hudaibiyah. Sang Uswatunhasanah menyeru kaum muslimin untuk menyembelih hewan kurban dan memotong rambut mereka di tanah hudaibiyah, namun apa yang terjadi? Hening tak ada yang menggubris. Pantang berputus asa, beliau mengulangi dan mengulangi lagi perkataannya namun hasilnya tetap sama. Kembalilah ia kedalam tendanya dan berbicara tentang hal tersebut kepada istrinya. Beberapa saat kemudian beliau kelur tenda, menyembelih unta kurbannya, dan memotong rambutnya. Sehingga tersentak kemudian seluruh kaum muslimin tergerak untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh uswah mereka tersebut. Kemungkinan besar itulah maksud dari baiat mereka kepada Rasulullah SAW ketika dalam perjalanan menuju mekah sebelum sampai di hudaibiyah. Begitu banyak kisah-kisah kecil yang terjadi baik sebelum maupuan sesudah hal tadi yang mentarbiyah kaum muslimin tentang beruswah penuh kepada Rasulullah SAW. Sebab mereka tahu ini semua bukan hanya karena perintah orang yang mereka kasihi, tetapi lebih beresensi ketaatan kepada Allah SWT sekaligus meliputi ketaatan kepada beliau RasulNya.

Begitu mulia akhlak beliau dan begitu paripurna segala perilaku beliau. Segala ombak ujian selama masa perjanjian itu beliau jalani dengan menjunjung tinggi akhlaknya sebagai rasul dan diikuti dengan ketaatan penuh kaum muslimin untuk beruswah dengan segala contoh dan seruan yang dilakukan oleh beliau tentunya dengan tanpa meninggalkan dasar yang juga beliau ajarkan. Keadaan tersebut begitu terjaga hingga akhirnya Allah SWT memberikan kemenangan besar berupa penaklukan kota mekah yang disusul kemudian oleh berbondong-bondongnya manusia untuk berikrar setia menyatakan diri memeluk islam.

Saudaraku yang bijak dalam menyikapi berbagai persoalan,

begitu banyak kisah kepahlawanan yang terukit indah dalam sejarah kaum muslimin diberbagai zaman yang tak luput dari beruswah penuh kepada Rasulullah SAW, sehingga barulah mereka bisai mencapai kemenangan yang nyata. Lantas bagaimana dengan kita di era in?, apakah kita tetap mau bertahan dengan keegoisan ketidak-beradaban kita, dengan berlepas diri dari berusawa kepada mkhluk yang pari purna akhaknya?, ataukah kita rela dengan hardikan fitnah orang-orang yang memusuhi islam itu?.

Saudaraku yang tak pernah lelah untuk berpikir,

sekali lagi sungguh hal ini (bersuwah kepada beliau) menjadi hal yang paling urgen dalam menghadapi berbagai persoalan di era terbaru ini. Begitu banyak uswah dari beliau yang bisa kita pakai dalam segala aspek kekinian dan kedisinian. Tentunya dengan tanpa meninggalkan dasar agar konteksnya sesuai dengan konteks kedisinian dan kedisinian yang dibutuhkan. Adakah kita lupa bahwa kita dituntut “cerdas rabbani” dalam ketaatan kita?.

Saudaraku yang senantiasa tersenyum tulus,

janganlah kita mudah untuk berfusi dalam hingar-bingar keduniaan yang membutakan, dan janganlah kita terbodohi oleh kepintaraan kita yang menyesatkan. Dalam kehidupan ini kita takkan bisa lepas dari petunjuk, tetapi petunjuk yang mana?. Tentunya petunjuk Allah SWT tuhan seru sekalian alam dan Uswah dari RasulNya Muhammad SAW yang selamanya tidak akan pernah menyesatkan kita.

Wallahualam…

Ditulis dengan rasa cinta yang mendalam kepada Sang Uswatunhasanah Rasulullah SAW.

Filed under: rehat, tarbiyah

only one…//bag.1


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

only one…

pada bagian pertama ini ada satu hal yang menggelitik alam pikiran ku, bukan karena lagu moca atau semacamnya. tetapi,

adakah bilangan bulat positif yang bukan termasuk bilangan  prima dan bukan juga komposit?

adakah yang tahu?

onlu one…

KENAPA?

insyaallah bersambung…

Filed under: matematika

mengapa hanya didasari dari sekedar ketertarikan sesaat?


Bismillahirrahmaanirraniim.

berawal dari tag foto seorang adik kelas, sehingga kiranya perlu untuk berbagi (kepada siapapun) tentang secarik pendapat…

kadangkala banyak perkara (hal) yang lebih baik tidak kita ketahui dan tidak semua hal bisa semerta-merta kita dalami begitu saja tanpa adanya kesipan terlebih dahulu. sebab diperlukan kematangan emosi, pola pikir, dan dasar pokok ilmu yang membekali kesiapan kita.

kenapa bisa begitu?

sebab, dihawatirkan terjadi salah tafsir (paham) yang bisa membuat bumerang bagi diri kita sendiri (seharusnya baik tetapi jadi buruk) dan bahkan untuk orang disekitar kita.

memang membekali diri dengani pengetahuan (ilmu) yang senantiasa lebih itu penting & baik, namun sesungguhnya membekali diri dengan pengetahuan (ilmu) yang senantiasa baik itu jauh lebih penting.

perlu diperhatikanjuga, bahwasanya Allah SWT menciptkan dunia inidanseluruh isinya secara berangsur-angsur (bertahap) dan Rasulullah Muhamad SAW pun berdakwah secara bertahap. sehingga bisa kita pahami makna tersirat (dalam konteks mencari dan memperoses suatu hal yang sifatnya ilmu atau suatu perkara yang (yang baru bagi kita) perlu adanya kebertahapan yang didasari dengan keistiqomahan dalam ikhtiar seoptimal mungkin untuk mendapatkan kebaikan dari tahap-tahap tersebut. sehingga esensi terbaik dari kebaikan itu dapat kita serap dan terperoses dengan baik dalam diri kita dan bisa membawa kemanfaatan yang sifatnya luas (diri kita, orang lain, dan lingkungan kita).

wallahualam…

Filed under: rehat, tarbiyah

“secarik goretan tarian kusut” //sekedar berbagi kecemasan…


bismillahirahmaanirrahim.

 

dewasa ini semakin banyak tumbuh permasalahan yang mengherankan pikiran.

sehingga terkadang bisa membuat kepala terhenyit setengah hidup.

 

entah mengapa persoalan itu menjamur subur.

 

probabilitas terbesarnya adalah karena dangkalnya ilmu. hingga hal-hal yang bersifat inti terlewatkan begitu saja.

kearifan adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa terelakkan!.

 

maukah kita tahu apakah yang sesungguhnya menjadi hal urgen dalam permasalah yang berkecamuk ini?.

 

yah, jawabannya sudah semestinya terukir dilubuk sanubari terdalam kita, namun karena ada selaput yang membungkus qolbu kita yang mengakibatkan cahaya penumbuh tak bisa masuk untuk menarik jawaban dari black hole didalamnya. selaput itu memang tipis, namun cukup efektif tuk membuat kita terhipnotis kehilangan jati diri kita.

apa juga selaput itu?

sekiranya tak perlu dipaparkan disini, toh sudah menjadi teorema umum yang melegenda…

tidak mengherankan timbul pembenaran-pembenaran yang dianggap valid. karena datang dari pikiran manusia kemudian dibenarkan pula oleh pikiran dan otak yang sama, tidak mengherankan (tidak mau bilang yang benar saja!) suka ATAU tidak suka semuanya akan dipandang selalu benar menurut benak paham dangkal kita.

AYOLAH BERPIKIR ARIF DAN BIJAKSANA!

andaikata semua orang membenar-benarkan semua hal tanpa ada pedoman yang menjadi core (inti), mau dikemanakan muka kita?

mau BERALIBI seperti apa lagi?

mau BERALIBI SEPERTI apa lagi?

ketika diperbolehkan untuk berpikir bebas (sebagai bentuk ekspresi), bukan berarti berpikir keluar dari koridor yang sudah ditentukan.

 

~~~~~~~*****~~~~~~~

menulis ini bagai pisau bermata dua…

~~~~~~~*****~~~~~~~

pesan terakhir yang sanggup digores di tulisan ini…

memang menjadi penting itu BAIK TETAPI menjadi baik itu LEBIH PENTING!

tarian kusut ini semakin menggores tanpa haluan…

bila kita mau berpikir yang terdalam dari lubuk dasar yang terdalam.

KITA SEMUA TAHU JAWABANNYA.

permasalahannya satu, hanya satu,

… //kita semua tentu tahu

~~~~~~~*****~~~~~~~

wallahualam…

wassalammualaikum…

jazakumullah ahsanal jaza…

 

Filed under: rehat

Pembaharuan Dalam Islam


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Say thou: “This is my way: I do invite unto Allah,- on evidence clear as the seeing with one’s eyes,- I and whoever follows me. Glory to Allah! and never will I join gods with Allah!”

Yah inilah jalanku, jalan kita!!!

mencoba membuka wawasan kekinian tentang pembaharuan dalam islam.

PENDAHULUAN

Pembaharuan islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.[1] Dengan demikian pembaharuan dalam islam bukan berarti mengubah, mengurangi atau menambah teks al-quran maupun teks al-hadist, melainkan hanya mengubah atau menyesuaikan paham atas keduanya sesuai perkembangan zaman. Hal ini dilakukan karena betapa pun hebatnya paham-paham yang dihasilkan para ulama atau pakar di zaman lampau itu tetap ada kekurangannya dan selalu dipengaruhi oleh kecendrungan, pengetahuan, situasi sosial, dan lain sebagainya. Paham-paham tersebut untuk di masa sekarang mungkin masih banyak yang relevan dan masih dapat digunakan, tetapi mungkin sudah banyak yang tidak sesuai lagi.

Selain itu pembaharuan dalam islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat didalam Al-Qur’an & Al-Sunnah. Hal ini perlu dilakukan karena terjadi kesenjangan antara yang dikehendaki Al-Qur’an dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Sehingga, ketika pandangan umat demikian jelas tidak sejalan dengan ajaran Al-Qur’an & Al-Sunnah, dan hal demikian harus diperbarui dengan jalan kembali kepada dua sumber ajaran islam yang utama itu. Dengan demikian, maka pembaharuan islam mengandung maksud mengembalikan sikap dan pandangan hidup umat agar sejalan dengan petunjuk  Al-Qur’an & Al-Sunnah.

URGENSI DAN FAKTOR-FAKTOR ADANYA GERAKAN PEMBAHARUAN DALAM ISLAM SERTA PENGARUHNYA

Dalam Islam seruan pembaruan itu bukanlah suatu gerakan yang lahir begitu saja. Tapi merupakan bagian dari ajaran Islam itu sendiri sebagaimana hadits Dari Abu Hurairah r.a.:”Sesungguhnya Allah akan mengutus kepada umat ini (Islam) setiap seratus tahun, orang yang akan memperbarui agamanya. Namun, dalam usaha pembaruan ala barat (sekulerisme), usaha pembaruan malah menjadi usaha pendangkalan dan pemusnahan ajaran Islam. Sedangkan pembaruan dimaksud Islam adalah kembali kepada ajaran Islam yang murni dengan tetap menjaga esensi dan karakteristik ajaran Islam.

Periode modern (1800 M dan seterusnya) adalah zaman kebangkitan bagi umat islam. Ketika mesir jatuh ketangan barat (Perancis) serentak mengagetkan sekaligus mengingatkan umat islam bahwa ada peradaban yang maju dibarat sana (eropa) dan merupakan ancaman bagi islam. Sehingga menimbulkan keharusan bagi raja-raja islam dan pemuka-pemuka islam itu untuk melakukan pembaharuan dalam islam. Kehawatiran inilah yang sejatinya menjadi penyebab mengapa pembaharuan dalam islam menjadi urgen.

Dalam kenyataanya (ironis memang) selain radiasi moderenisasi  yang kuat dari luar, kekeroposan didalam islam sendiri juga terjadi. Mengakibatkan gerakan-gerakan perlunya pembaharuan dalam islam. Namun, dalam perjalannya didalam islam terjadi perbedaan pandangan tentang bagaimana menyikapi dan menindaklanjuti pembaharuan dan atau moderenisasi dalam islam. Hal sedemikian itu menyebabkan munculnya istilah kaum mederenis dan kaum tradisionalis.

Proses gerakan pembaharuan dalam islam terus berjalan. secara kasat mata terjadi dua sudut pandang yang berbeda, lambat laun terlihat adanya benang merah yang bisa ditarik (muncul titik temu) dari dua pandangan tersebut yang bisa ditarik (tentunya masih menyisakan pandangan yang berbeda pula ). Yaitu, yang dimaksud dengan pembaharuan dalam islam, bukan mengubah Al-quran dan Al-hadis, tetapi justru kembali kepada Al-quran dan Al-hadis, sebagai sumber ajaran islam yang utama. Dengan pengamalan-pengamalan yang murni tanpa terkontaminasi paham-paham yang bertentangan dengan Al-quran dan Al-hadis itu sendiri.

Kesimpulan

Pembaharuan adalah sebuah keniscayaan dalam ajaran islam yang memang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus berlangsung. Pembaruan memerlukan usaha yang istiqomah (dalam segi kualitas & kuantitas) dan juga riayah. Dalam usaha pembaharuan umat Islam tetap dituntut agar tidak keluar dari batasan-batasan yang telah digariskan oleh ajaran-ajaran Islam (Al-quran & Al-hadis). Pembaruan bukanlah sekedar ucapan, slogan atau gerakan yang bersifat temporal. Namun, lebih dari itu yaitu butuh keistiqomahan dalam menjalankan dan menjaganya hingga ahir dan mewariskannya pada generasi penerus dimasa depan.

terimakasih untuk sahabat-sahabatku di kelompok-2 studi islam-3, yang sudah mau capek-capek membantu menyusun dan membuat makalah ini. :D

*nb:siapapun yang mau memebaca lebih nyaman sialahkan unduh: makalah studi islam 3, presentasi urgensi pembaharuan.


 

[1] Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam sejarah Pemeikiran dan Gerakan, (jakarta: Bulan Bintang 1975), cet I, hlm. 10.

Filed under: tugas

MAKALAH STUDI ISLAM 2


makalah ini dibuat oleh kelompok-3 (meka, popy, ane).
terimakasih atas kerja keras temen-temen!!!
terutama saat inisiator (meka & popy) ngebangunin ane yang ketiduran melalui (pahlawan:zidny).

😮

BAB I

PENDAHULUAN

I.I      Latar Belakang Masalah

Masalah khilafiah merupakan persoalan yang terjadi dalam realitas kehidupan

manusia. Di antara masalah khilafiah tersebut ada yang menyelesaikannya dengan cara yang sederhana dan mudah, karena ada saling pengertian berdasarkan akal sehat. Tetapi dibalik itu masalah khilafiah dapat menjadi ganjalan untuk menjalin keharmonisan di kalangan umat Islam karena sikap ta’asub (fanatik) yang berlebihan, tidak berdasarkan pertimbangan akal sehat dan sebagainya.

Perbedaan pendapat dalam lapangan hukum sebagai hasil penelitian (ijtihad),

tidak perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukan hukum Islam, bahkan sebaliknya bisa memberikan kelonggaran kepada orang banyak sebagaimana yang diharapkan Nabi :

اختلاف امتى رحمة (رواه البيهقى فى الرسالة الاشعرية)

“Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat” (HR. Baihaqi dalam Risalah Asy’ariyyah).

Hal ini berarti, bahwa orang bebas memilih salah satu pendapat dari pendapat

yang banyak itu, dan tidak terpaku hanya kepada satu pendapat saja.

BAB II

PEMBAHASAN

II.1              Sejarah Muncul dan Berkembangnya Mazhab

Menurut Bahasa “mazhab” berasal dari shighah mashdar mimy (kata sifat) dan isim makan (kata yang menunjukkan tempat) yang diambil dari fi’il madhi “dzahaba” yang berarti “pergi”. Sementara menurut Huzaemah Tahido Yanggo bisa juga berarti al-ra’yu yang artinya “pendapat”.

Jadi bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud mazhab meliputi dua pengertian

  • Mazhab adalah jalan pikiran atau metode yang ditempuh seorang Imam Mujtahid dalam menetapkan hukum suatu peristiwa berdasarkan kepada al-Qur’an dan hadis.
    • Mazhab adalah fatwa atau pendapat seorang Imam Mujtahid tentang hukum suatu peristiwa yang diambil dari al-Qur’an dan hadis.

peristiwa tahkim adalah titik awal lahirnya mazhab-mazhab teologi dalam Islam. ikhtilaf itu sendiri telah ada sejak masa sahabat, hal ini terjadi disebabkan antara lain:

  1. perbedaan pemahaman di antara mereka dan perbedaan nash (sunnah) yang sampai kepada mereka
  2. karena pengetahuan mereka dalam masalah hadis tidak sama dan juga karena perbedaan pandangan tentang dasar penetapan hukum dan berlainan tempat
  3. ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru, banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat, Dengan demikian, kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sukar dilaksanakan.

Setelah berakhirnya masa sahabat yang dilanjutkan dengan masa Tabi’in. muncullah generasi Tabi’it Tabi’in. Ijtihad para Sahabat dan Tabi’in dijadikan suri tauladan oleh generasi penerusnya yang tersebar di berbagai daerah wilayah dan kekuasaan Islam pada waktu itu. Di dalam sejarah dijelaskan bahwa masa ini dimulai ketika memasuki abad kedua hijriah, di mana pemerintahan Islam dipegang oleh Daulah Abbasiyyah.

Masa Daulah Abbasiyah adalah masa keemasan Islam, atau sering disebut dengan istilah ‘’The Golden Age’’. Pada masa itu Umat Islam telah mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, dan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendikiawan-cendikiawan besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Periode ini dalam sejarah hukum Islam juga dianggap sebagai periode kegemilangan fiqh Islam, di mana lahir beberapa mazhab fiqih yang panji-panjinya dibawa oleh tokoh-tokoh fiqh agung yang berjasa mengintegrasikan fiqh Islam dan meninggalkan khazanah luar biasa yang menjadi landasan kokoh bagi setiap ulama fiqh sampai sekarang. Sebenarnya periode ini adalah kelanjutan periode sebelumnya, karena pemikiran-pemikiran di bidang fiqh yang diwakili mazhab ahli hadis dan ahli ra’yu merupakan penyebab timbulnya mazhab-mazhab fiqh, dan mazhab-mazhab inilah yang mengaplikasikan pemikiran-pemikiran operasional. Ketika memasuki abad kedua Hijriah inilah merupakan era kelahiran mazhab-mazhab hukum dan dua abad kemudian mazhab-mazhab hukum ini telah melembaga dalam masyarakat Islam dengan pola dan karakteristik tersendiri dalam melakukan istinbat hukum

Kelahiran mazhab-mazhab hukum dengan pola dan karakteristik tersendiri ini, tak pelak lagi menimbulkan berbagai perbedaan pendapat dan beragamnya produk hukum yang dihasilkan. Para tokoh atau imam mazhab seperti Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan lainnya, masing-masing menawarkan kerangka metodologi, teori dan kaidah-kaidah ijtihad yang menjadi pijakan mereka dalam menetapkan hukum.Metodologi, teori dan kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh para tokoh dan para Imam Mazhab ini, pada awalnya hanya bertujuan untuk memberikan jalan dan merupakan langkah-langkah atau upaya dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang dihadapi baik dalam memahami nash al-Quran dan al-Hadis maupun kasus-kasus hukum yang tidak ditemukan jawabannya dalam nash.

Metodologi, teori dan kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh para imam mazhab tersebut terus berkembang dan diikuti oleh generasi selanjutnya dan tanpa disadari- menjelma menjadi doktrin (anutan) untuk menggali hukum dari sumbernya. Dengan semakin mengakarnya dan melembaganya doktrin pemikiran hukum di mana antara satu dengan lainnya terdapat perbedaan yang khas, maka kemudian ia muncul sebagai aliran atau mazhab yang akhirnya menjadi pijakan oleh masing-masing pengikut mazhab dalam melakukan istinbat hukum.

Teori-teori pemikiran yang telah dirumuskan oleh masing-masing mazhab tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting karena ia menyangkut penciptaan pola kerja dan kerangka metodologi yang sistematis dalam usaha melakukan istinbat hukum yang dalam pemikiran hukum Islam disebut dengan ushul fiqh.

Sampai saat ini Fiqih ikhtilaf terus berlangsung, mereka tetap berselisih paham dalam masalah furu’iyyah, sebagai akibat dari keanekaragaman sumber dan aliran dalam memahami nash dan mengistinbatkan hukum yang tidak ada nashnya. Perselisihan itu terjadi antara pihak yang memperluas dan mempersempit, antara yang memperketat dan yang memperlonggar, antara yang cenderung rasional dan yang cenderung berpegang pada zahir nash, antara yang mewajibkan mazhab dan yang melarangnya. Ikhtilaf bukan hanya terjadi pada arena fiqih, tetapi juga terjadi pada lapangan teologi.

Dalam perkembangan mazhab-mazhab fiqih telah muncul banyak mazhab fiqih. para ahli sejarah fiqh telah berbeda pendapat sekitar bilangan mazhab-mazhab. Tidak ada kesepakatan para ahli sejarah fiqh mengenai berapa jumlah sesungguhnya mazhab-mazhab yang pernah ada. Namun dari begitu banyak mazhab yang pernah ada, maka hanya beberapa mazhab saja yang bisa bertahan sampai sekarang.

II.2             Perbedaan Mazhab

Dalam mendalami manhaj istid-dlal dan istinbath yang telah dilakkan para imam mazhab baik dalam kalangan ahlus sunnah maupuan dalam kalangan syi’ah, nyatalah bahwa semua mujtahid menggali hukum syara’ dari sumber asasi: kitabullah dan sunnaturrasul. Mereka hanya berbeda pandangan dalam cara menggali dan dalam mempergunakan alat panggalian serta dalam menentukan dasar-dasar yang boleh dan tidak boleh dipakai sesudah al-qur’an dan as-sunah.

Adapun jenis-jenis mazhab dan perbedaannya dari segi tarib dalil adalah:

  1. Syi’ah:

a.          Imamiyah (Ja’fari).

b.         Zaidiyah

  1. Sunni:

a.         Hanafi.

b.         Maliki.

c.         Syafi’i.

d.         Hambali

e.         Dhahiri.

1.       Syi’ah

a.         imamiyah (Ja’fariyah; itsna ‘Asyariyah)

Kiatb-kitab ushul imamiyah, itsna ‘asyariyah mengacu kepada:

  1. Al-quran.
  2. As-Sunnah.
  3. Ijma’.
  4. A-aql (akal).

b.         Zaidiyah

tartib dalil dalam ushul zaidiyah:

  1. Masalah-masalah ‘aqliyah yang menghasilkan yakin.
  2. Ijma’ yang diyakini adanya.
  3. Nushshul kitab dan as-sunnah al-Ma’lumah.
  4. Dhawahirul kitab dan dhawahir as-sunnah al-ma’lumah.
  5. Nash-nash khabar (hadits) ahad.
  6. Dhawahir khabar (hadist) ahad.

VII.Mafhum al-kitab dan a-sunnah al-ma’lumah.

  1. Mafhum khabar ahad.
  2. Perbuantan-perbutan rasul dan takrir-takrirya.
  3. Qiyas
  4. Jalan-jalan ijtihad.

2.       Sunni.

a.         An-Nu’man Ibn Tsabit Abu Hanifah.

Dalil fiqih Abu Hanifah, ialah:

  1. Al-Kitab.
  2. As-Sunnah.
  3. Aqwalush Shahabah.
  4. Al-ijma’.
  5. A-Qiyas.
  6. Al-istihsan
  7. Al-‘Urf

b.         Malik Ibn Anas.

Ushul Fiqih Malik:

  1. Al-Qur’an.
  2. As-Sunnah.
  3. Ijma’ imam ulama.
  4. Ijma ulama madinah.
  5. Qiyas.
  6. Fatwa sahabi.
  7. Masalah mursalah.
  8. ‘Uruf.
  9. Sadduz dzara’i.
  10. Istishab & istihsan.

c.         Muhammad Ibn Idris Asy-Syafi’i.

Dalil-dalil hukum:

  1. Martabat pertama, Al-kitab dan As-sunnah.
  2. Martabat kedua, ijma’  fuqaha yang memiliki ilmul Khashshah.
  3. Martabat ketiga, pendapat sebagian sahabat diketahui tidak ada yang menolaknya.
  4. Martabat keempat, pendapat-pendapat sahabat yang ditiolak oleh sahabat-sahabat juga.
  5. Martabat kelima, qiyas.

d.         Ahmad Ibn Hanbal.

Sumber-sumber istinbath:

  1. Nash.
  2. Fatwa sahabat yang tidak diketahui ada yang menyalahinya.
  3. Pendapat salah seorang sahabat.
  4. Hadist mursal dan hadist dla’if, jika tidak adfa sesutau hadist shahih.
  5. Qiyas.

II.3 Eksistensi Mazhab di Masa Depan (hususnya di indonesia )

fikih menjadi pedoman hidup. Dalam setiap permasalahan yang ada, umat Islam selalu menggunakan perspektif fikih. fikih merupakan salah satu warisan ilmu keislaman terkaya. Terdapat sekian ratus, atau bahkan ribuan, kitab fikih. Sebagaimana juga terdapat sekian banyak ulama fikih. Bahkan, masing-masing kota mempunyai fikihnya sendiri. Madinah, Bashrah, Kufah, Baghdad, Andalusia, Mesir dan yang lainnya terkenal sebagai kota-kota fikih pada masanya.

Aliran-aliran fikih di atas bisa disederhanakan menjadi dua kategori. Yaitu aliran tekstualis dan aliran rasionalis. Aliran tekstualis berpusat di Madinah atau Hijaz dengan menampilkan Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal sebagai tokoh-tokoh garda depan. Sedangkan aliran rasionalis berpusat di Bashrah dan kota-kota Irak lain pada umumnya dengan menampilkan Imam Abu Hanifah sebagai tokoh utama.

Kekuatan utama aliran tekstualis adalah teks. Baik teks dalam arti al-Quran, Hadis, atau pun perkataan sahabat Nabi. Hal ini bisa dipahami, mengingat kota Madinah, pusat aliran tekstualis, merupakan “istana teks”. Di kota Nabi ini, sebagian ayat al-Quran diturunkan. Dan di kota ini pula, perkataan, perbuatan, dan sepak terjang Nabi secara umum terekam dengan sangat jelas. Terlebih lagi dengan banyaknya para sahabat yang bermukim di kota tersuci kedua setelah Mekkah itu. Para sahabat bagaikan pita yang merekam “sepak terjang” al-Quran dan Hadis di kota ini dengan cukup sempurna.

Adapun aliran rasionalis menjadikan akal sebagai kekuatan utama mereka. Aliran ini berpusat di Irak dan kota-kota besar di sana pada umumnya. Dari segi intelektualitas, Irak memang tidak kalah dari Madinah dan kota-kota terkenal lain saat itu. Namun dari segi teks keislaman, Irak tidak ada apa-apanya dibandingkan kota Nabi itu. Madinah “bermandikan” teks, sedangkan Irak “gersang” dari teks. Madinah bertaburan para sahabat, sedangkan Irak hanya dikunjungi sebagian kecil sahabat Nabi. Itu pun di masa belakangan, yaitu di masa kekuasaan Utsman (penguasa ketiga dalam Islam) ketika beliau menganulir kebijakan khalifah kedua (Umar bin Khattab) yang melarang sahabat Nabi agar tidak keluar dari kota Madinah.

Sementara teks-teks keislaman terbatas, berbagai macam permasalahan terus menumpuk di Irak. Masalah-masalah itu seakan tak memahami kondisi Irak yang “krisis teks”. Dari sini kemudian, para ulama Irak menggunakan kekuatan akal/ rasionalisasi yang tak kalah hebatnya daripada teks. Bahkan, dalam beberapa hal, aliran rasionalis menjadikan akal sebagai penyaring teks-teks yang ada untuk mendapatkan teks yang murni dan “jernih”. Itu sebabnya, hadis lemah (dhaif) dan sejenisnya tak terlalu banyak di Irak.

mayoritas muslim Indonesia mengikuti mazhab Imam Syafi’i. Itu berarti, fikih yang dikenal pertama oleh bangsa ini adalah fikih tekstualis. Mengapa fikih tekstualis? Karena fikih tekstualis sangat dikenal oleh banyak ulama Indonesia. Di samping juga karena sumber-sumber non-Syafi’i jarang diakses di Indonesia.

Dengan demikian, kondisi Indonesia, kurang lebih sama dengan kondisi Irak pada masa awal Islam. Keduanya sama-sama kekurangan teks; Irak kekurangan teks keislaman, Indonesia kekurangan teks non-Syafi’i. Keduanya pun sama-sama bersikap sesuai dengan kondisinya masing-masing; Irak memilih jalur rasional, karena itu merupakan potensi utama yang ada. Sedangkan Indonesia memilih mazhab Syafi’i, karena memang teks mazhab inilah yang banyak tersebar di tanah air. Oleh karenanya, sejujurnya, fikih yang berkembang di tanah air selama ini, bukanlah fikih mazhab Indonesia. Melainkan fikih Hijaz, fikih Madinah, atau fikih Imam Syafi’i.

BAB III

PENUTUP

  1. III. Kesimpulan

Berdasarkan berbagai penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa perbedaan pendapat di kalangan umat Islam bukanlah suatu fenomena baru, tetapi semenjak masa Islam yang paling dini perbedaan pendapat itu sudah terjadi. Perbedaan terjadi adanya ciri dan pandangan yang berbeda dari setiap mazhab dalam memahami Islam sebagai kebenaran yang satu. Untuk itu kita umat Islam harus selalu bersikap terbuka dan arif dalam memendang serta memahami arti perbedaan, hingga sampai satu titik kesimpulan bahwa berbeda itu tidak identik dengan bertentangan selama perbedaan itu bergerak menuju kebenaran dan Islam adalah satu dalam keragaman.

Dalam mendalami manhaj istid-dlal dan istinbath yang telah dilakkan para imam mazhab baik dalam kalangan ahlus sunnah maupuan dalam kalangan syi’ah, nyatalah bahwa semua mujtahid menggali hukum syara’ dari sumber asasi: kitabullah dan sunnaturrasul. Mereka hanya berbeda pandangan dalam cara menggali dan dalam mempergunakan alat panggalian serta dalam menentukan dasar-dasar yang boleh dan tidak boleh dipakai sesudah al-qur’an dan as-sunah

DAFTAR PUSTAKA

Teunku Muhammad hasbi Ash Shiddieqy, Prof. DR., pokok-pokok pegangan imam mazhab, Semarang (1997), PT. pustaka rizki putra.

Hasibullah Satrawi, M, Artikel: Fikih Mazhab Indonesia (kampusislam.com), Alumnus Al-Azhar Kairo, Mesir, peneliti di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M)

Filed under: tarbiyah, tugas, , ,

albantani

blog ini berbagi kisahnya kepada siapapun dan siapapun boleh berbagi di bog ini.
{ibnumasudalbantani}

twt

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2 pengikut lainnya