Bismillahirrahmanirrahiim.
Dunia kampus sebuah refleksi kehidupan nyata, ruanglingkup sosialisasi individu+komunitas yang lebih luas dan kompleks. Setiap elemen individu didalamnya dituntut untuk mematangkan diri dan komunitasnya, sebelum terjun kedunia sesungguhnya (yang merupakan himpunan yang cangkupannya lebih luas lagi). Definisi dari mematangan itu sendiri dilepas begitu saja kepada para individu+komunitas untuk mengeksplor lebih jauh tentang kematangan apa yang sesuai serta merefleksikan identitas mereka. Sehingga, mau-tidak mau dan suka-tidak suka pun, keberagaman identitas individu+komunitas kampus bertumbuh demikian lebatnya, “bagai jamur dimusim hujan”.
Mini kompleksitas dunia ini menghadirkan beragam mata pisau yang semakin banyak pemberdayagunaannya. dunia kampus bukan lagi sekedar lumbung ilmu formal belaka, tetapi bermetamorfosis menjadi sebuah paket kehidupan sosial masyarakat kota edisi portable.
Kelezatan ini tentunya tak terhidang begitu saja, sebab setiap orang sudah mesti harus mau ikut menyiapkan, memilih, memebeli, memasak, menghidang, memakan, dan merasakan. Bila dan hanya bila itu sudah dirasakan terlepas enak atau tidak, proses keberlangsungan sosilisasi kemasyarakatan akan terus berjalan. Menelusup dan menembus batas akdemik &/ profetik yang beragam, mewarnai lingkup fitrah sosial yang merupakan jati diri individu+komunitas.
ibarat pepatah, satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.
Filed under: kampus, rehat, tarbiyah, Uncategorized, dunia kampus, individu dan kominitas, keberagaman