Ibnumasudalbantani's Blog

Ikon

saling berbagi diatas secarik blog…

Ayo Mengaji!

بِسْمِ اللّهِ الرّحْمَٰنِ الرّحِيمِ
konsep mentoring ke-2 ikhwan kelas X SMAN 2 Kota Serang.
Oleh: Alfain Suhuda Ibnu Mas’Ud Albantani, diamanahkan ke saudaraku tercinta karena Allah &
Rasulullah, insyaallah minggu depan ane yang ngisi.
Hari,tangggal : Sabtu, 27 Dzulhijah 1431 H/ 4-12-2010.
Durasi : 1 s.d. 2 jam.
Tempat : Masjid At-Tarbiyah / taman kolam air mancur SMAN 2 Kota Serang.
Topik : Ta’aruf tahap ke-2.
Tema : WE ARE SUPER TEAM.
Sususna Acara: (Baca & pahami sejenak susunan acaranya oke!)
1. Pembukaan.
2. Tilawah bergilir sekaligus meniymak dan men-tadabur.*
3. Kultum dari mentee/binaan/peserta mentoring (jika ada).
4. Simulasi.*
Ket:
1. Perintahkan mentee/binaan/peserta mentoring untuk menulis hikmah dari kisah
yang ada di dalam petikan materi.
2. Tawari mentee/binaan/peserta mentoring untuk mempresentasikan hikmah dari
simulasi tadi.
5. Materi mentoring oleh kakak pembina atau asistennya (penerima amanah).*
Ket:
1. Bacakan poin materi mentoring dengan komunikasi 2 arah yang baik kepada
mentee/binaan/peserta mentoring (gaya bebas tak perlu terlalau formal).
2. Perintahkan mentee/binaan/peserta mentoring untuk menulis hikmah dari kisah
yang ada di dalam petikan materi.
6. Pengumuman.*
7. Doa + Penutup.
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****
Keterangan tanda *:
Tilawah : Membaca Al Quran dimulai dari ayat 1 surat Al Baqoroh, pembacaan secara bergilir
satu orang 3 ayat.
(bagi yang belum mendapat giliran membaca dipesilahkan menyimak sambil memebaca didalam
hati)
Simulasi : All stand up (Berdiri bersama)
(MAHRAM ONLY!!!/hanya ikhwan dengan ikhwan).
Peralatan : Tidak ada.
Peserta : Seluruh mentee (binaan/peserta mentoring).
Waktu : Interfal waktu selang antara 15 s.d. 30 menit.
Tujuan :
(cukup dibaca dalam hati dan dipahami oleh mentor/kakak pembina)
1. Memehami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja.
2. Memecahkan kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan
fisik.
3. Memahami bahwa kekurangan anggota tim (terlalu gemuk atau terlalu
kecil) bukan kendala untuk kinerja tim.
4. Perencanaan strategi.
Cara Pelaksanan :
(Instruksikan kepada mentee/binaan/peserta mentoring yang hadir secara urut)
1. Kegiatan dimulai dengan sepasang anggota tim duduk dilantai dengan
posisi kedua telapak kaki saling bersentuhan, kemudian kedua tangan
saling berpegangan.
2. Kemudian mereka diminta untuk berdiri secara bersamaan dengan
cara saling menarik pegangan tangan pasangannya.
3. Setelah sukses, jumlah anggota ditambah dari dua menjadi tiga,empat,
dan seterusnya (disarankan pertambahan berjumlah genap, tetapi
ganjil juga tidak apa-apa).
4. Mereka dipersilahkan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri
secara serempak (kompak).
Materi Mentoring:
ITSAR
Definisi/Pengertian:
 Dari segi bahasa, itsar bererti mementingkan (mengutamakan) orang lain lebih dari diri
sendiri .
 Dari segi istilah, itsar adalah salah satu manfaat diniyah (manfaat keagamaan) yang
terwujud bila terjalin ukhuwah di antara orang-orang yang seaqidah.
Petikan:
1. Itsar yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yang diabadikan dalam Al Quran Surat Attaubah.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ اأنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ μ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya
penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin.(Q.S. 9:128).
2. Itsar yang dilakukan oleh Sahabat yang diabadikan dalam Al Quran Surat Al-Hayr.
وَالّذِينَ تَبَوّءُوا الدّارَ وَالْإاِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبّونَ مَنْ هَاجَرَ اإِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمّا اأوتُوا
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ اأنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحّ نَفْسِهِ فَاأولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ μ
μDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka
(Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa
yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin),
atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari
kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.(Q.S. Al-Hasr:9).
3. Diadalam sebuah hadis:
”seseorang tidak dapat dikatakan beriman sehingga dia dapat mencintai saudaranya seperti
mencintai dirinya sendiri.”(H.R. Mutafaq Alaih).
4. Kisah: (dibacakan oleh mentor/kakak pembina dengan )
 Pagi-pagi Rasulullah SAW. tersenyum melihat seorang sahabat yang telah membuktikan
sikap ukhuwahnya pada saudaranya yang lain. Beliau mendapatkan informasi bahwa
sahabat tersebut menjamu tamunya dengan hidangan yang diperuntukkan keluarganya.
Agar tamunya berselera menyantap hidangannya, dia matikan lampu rumah sehingga
makanan yang disajikan tidak tampak pada sang tamu. Hal itu dilakukan untuk
menghilangkan rasa sungkan tamunya untuk menyantap makanan tersebut. Lantaran
porsi hidangan yang tersedia hanya cukup untuk seorang. Untuk menyenangkan hati
tamunya, tuan rumah berpura-pura sedang menyantap makanan tersebut bersama-sama
dengan lahap. Sikap inilah yang mendapatkan senyuman malaikat dan membuat senang
hati Rasulullah SAW.
 Hudzaifah Al-Adawi bercerita bahwa suatu hari saat Perang Yarmuk ia mencari saudara
sepupunya sambil membawa air. Ia pun menemukan saudaranya itu dan menawarinya
minum. Saudaranya mengangguk mengiyakan.
Ketika ia hendak meminum air tersebut, ia mendengar ada orang mengerang kesakitan. Ia
menyuruh Hudzaifah memberikan air itu pada laki-laki itu. Ternyata Hisyam ibn Al-Ash yang
sudah sekarat.
Hudzaifah menurut, lalu menawarkan air pada Hisyam. Hisyam mengangguk, namun sebelum
sempat air itu diminum ia mendengar seseorang yang mengerang kesakitan. Hisyam menyuruh
pergi memberikan air itu padanya.
Ketika Hudzaifah sampai pada laki-laki itu, ternyata ia telah mati syahid.
Lalu ia kembali menemui Hisyam. Ternyata Hisyam pun telah mati syahid.
Buru-buru Hudzaifah menemui saudaranya lagi, tapi ternyata ia pun telah dipanggil
Allah.Mereka meninggal sebelum sempat meneguk air yang dibawa Hudzaifah karena lebih
memilih mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.
 Juga ketika Rasulullah SAW. membangun Madinah sebagai sentral aktivitas muslim,
beliau mempersaudarakan sahabat Muhajirin dan Anshar. Di antaranya Abdurrahman bin
Auf RA. dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi’i RA. Dengan hati yang tulus Saad bin
Rabi’ mengatakan: “Aku memiliki beberapa perniagaan silahkan ambil yang kau
cenderungi. Dan aku mempunyai beberapa isteri silahkan lihat mana yang menarik
hatimu. Akan aku ceraikan dia dan nikahilah setelah selesai masa iddahnya”. “Semoga
Allah senantiasa memberkahi dirimu dan keluargamu, terima kasih atas penawaranmu.
Akan tetapi lebih baik bagiku tunjukkanlah padaku dimana pasar?” Jawab Abdurrahman
bin Auf RA.
Pengumuman:
1. Jangan lupa hikmah simulasi & kisah dari materi untuk ditulis didalam catatan masingmasing
mentee/binaan/peserta mentoring.(tidak perlu dikumplkan)
2. Tolong bentuk ketua, sekretaris,, dan bendahara kelompok mentoring kelas X SMAN 2
Kota Serang.(cara pemilihannya cukup dengan musyawarah mentee/binaan/peserta mentoring)
3. Silahkan untuk request materi pelajaran untuk pertemuan minggu depan (insyaallah kak
Alfain yang ngisi) melalui sms ke nomor telepon seluler kak Alfain Suhuda :
087771190279. dengan format: nama mata pelajaran;bab bahasan;fokus yang akan
dibahas.(tarif pulsa operator masing-masing)
4. TETAP SEMANGAT DAN ISTIQOMAH DIJALAN DAKWAH SEKOLAH YANG
INSYAALLAH SNANTIASA DIRIDOI OLEH ALLAH SWT, karena jalan dakwah
ini perintah Allah dan sunah Rasulullah SAW.
5. Insyaallah berjumpa minggu depan di waktu dan tempat yang sama!
6. ALLAHUAKBAR!!!
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي اأدْعُو اإِلَى اللّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ اأنَا وَمَنِ اتّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا اأنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ μ
Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,
Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****
Wallahualam…
**keseluruhan isi dari tulisan ini diolah dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****~~~~~*****

Filed under: tarbiyah

jujur, hati ini… hati ini, sungguh jujur…

Wahai saudaraku yang tak pernah lelah tuk berpikir,

adakah engkau melupakan masa-masa indah kita dalam perjuangan dakwah sekolah?

saat yang lain acuh tak acuh tak peduli, sungguh engkaulah yang gagah berani digarda terdepan!

saat yang lain menghilang bak ditelan bumi, engkaulah yang muncul dipermukaan lebih dari siapapun tuk pekikan takbir dan memulai perjuangan!

saat yang lain tersungkur tak berdaya, engkaulah yang bangkit meyingkirkan segala halang rintangan!

saat yang lain berhamburan didalam hiruk-pikuk keduniaan, engkaulah yang datang tuk menyeru suarakan amar ma’ruf nahi mungkar!

saat yang lain terhimpit dalam kejahiliyahan, engkaulah yang bertarung bangkitkan semangat utlubul ‘ilma!

dan saat-saat yang lain…

engkaulah sahabat-sahabatku yang menempati keistemawaan tersendiri dalam perjalanan manisnya halaqoh dan dakwah di sekolah itu.

 

Adakah engkau mengetahui wahai saudara-saudaraku yang dirahmati allah, sungguh aku mencintai kalian karena Allah dan Rasulullah SAW!

 

terlepas dari segala kesibukan yang berlalu-lalang,

semoga allah tetap senantiasa menghimpun hati-hati kita dalam cinta padaNya, berjumpa dalam taat padaNya, bersatu dalam dakwah padaNya, berpadu dalam membela syari’atNya.

dan semoga allah mengkukuhkan ikatannya, mengkekalkan cintanya, menunjukkan jalan-jalanya.

kemudian memenuhi hati-hati kita dengan nur cahayaNya yang tiada pernah pudar.

Melapangkan dada-dada kita dengan limpahan keimanan kepadaNya dan

keindahan bertawakkal kepadaNya.

Menyalakan hati kita dengan berma’rifat padaNya.

Mematikan kita dalam syahid di jalanNya.

Sesungguhnya Dia-lah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Ya Allah, Aamiin. Sampaikanlah kesejahteraan, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

sungguh sampai kapan pun engkau tetaplah saudara-saudaraku!

maafkan diri ku ini wahai saudara-saudaraku!

semoga Allah meridhoi persaudaraan kita dan…

MEMPERTEMUKAN KITA DIDEPAN KAKBAH & DIDALAM SURGANYA KELAK, bersama orang-orang soleh didalam barisan Rasulullah Muhammad SAW

Filed under: rehat, tarbiyah

Atas Nama Cinta

Saudaraku yang lembut hatinya,

sungguh kita saling mencintai karena allah tuhan seru sekalian alam dan karena uswah kita Rasulullah Muhammad SAW yang senanatisa menjadi satu-satunya makhluk panutan utama dalam hati kita.

Sudah menjadi pemandangan yang tidak aneh lagi ketika memasuki bulan rabiulawal dalam penanggalan qomariyah, hampir seluruh pelosok negri begitu antusias dalam merayakan maulid yang sudah terlanjur mengakar budaya dalam tradisi kenusantaraan. Walaupun dalam pelaksanaannya seringkali terjadi penggelinciran yang perlu dikembalikan pada posisinya, yang tentunya begitu sulit untuk melakukan hal tersebut.

Saudaraku yang tak henti mengingat allah dalam setiap hembusan napasnya,

terlepas dari bebagai pendapat tentang itu semua. tidakkah kita mengetahui? Bahwa ada keurgensian tersendiri bila kita bicara tentang beliau (Rasulullah SAW). Bagaimana tidak? Hal terbut sudah terpatenkan dalam ketatapan allah SWT dalam q.s. al ahzab ayat 21. Sehingga untuk kita yang mengaku sebagai umatnya, sudah semestinya kita beruswah penuh kepada beliau dan memperaktikannya  dalam segala aspek dan konteks kehidupan yang kita jalani ini. Sungguh tidak berperadaban bila ada sebagian dari orang yang mengaku umatnya, tetapi berlepas diri dari semua hal itu.

Saudaraku yang tak pernah lelah untuk saling menasehati,

bila kita bahas lebih lanjut dalm konteks kekinian dan kedisinian. Tentunya, banyak hal yang akan terlukis dalam berlembar-lembar bahkan berbuku-buku tentang uswah kita tersebut. Dari beraneka macam hal yang kita perlukan dari beruswah kepada beliau, ada satu hal yang menjadi dasar pokok dalam bangunan uswah ini, yaitu tentang akhalak. Tidaklah ini mengada-ada, dalam suatu hadis beliau berkata bahwa tidaklah beliau di utus melainkan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sangat disayangkan unsur dasar ini seringkali terlupakan begitu saja. Entah apa karena terlalu berlebihannya asupan ilmu yang kita santap? Sehingga unsur dasar ini terelakan begitu saja tanpa makna?.

Saudaraku yang terjaga dimalam hari untuk sujud dan tunduk kepadaNya,

lihatlah disekeliling kita begitu banyak kebaikan serta kemaksiatan yang silihberganti berkatifitas begitu saja. Sedikit sekali dari kebaikan itu yang merasuki kemaksiatan untuk kemudian diubah menjadi kabaikan, namun begitu tidak sedikit kemasiatan yang menyuntik kedalam kabaikan yang mengakibatkan kebaikan itu termuatsi menjadi kemaksiatan. Entah caranya dipakai salah atau medianya  yang dipakai salah. Ketika memandang suatu maksiat didepan kita, tindakan cepat memang diperlukan, namun apakah itu sudah tepat?. Semua hal besar sudah semestinya harus diselesaikan dengan cara yang mendasar.

Saudaraku yang begitu lapang dadanya dalam menyikapi hidup,

Adakah kita lupa tentang kisah perjanjian hudaibiyah yang menjadi tolak awal kemenangan besar kaum muslimin? Begitu melegenda mempertekuk lutut kaum-kaum yang memusuhi islam ketika itu. Tidak sedikit awalnya pihak kaum muslimin yang meragukan isi dari perjajian tersebut. Namun bagaiman Rasulullah SAW menyikapi hal tersebut?, beliau tetap konsinten terhadap isi perjanjian tersebut yang sepintas lalu merugikan kaum muslimin. Berbagai hal terjadi pasca perjanjian tersebut, yang sesungguhnya allah sedang mentarbiyah ketaatan kaum muslimin kepadaNya dan usawah yang mereka cintai tersebut.

Suatu hari, ketika kaum muslimin masih berdiam di hudaibiyah. Sang Uswatunhasanah menyeru kaum muslimin untuk menyembelih hewan kurban dan memotong rambut mereka di tanah hudaibiyah, namun apa yang terjadi? Hening tak ada yang menggubris. Pantang berputus asa, beliau mengulangi dan mengulangi lagi perkataannya namun hasilnya tetap sama. Kembalilah ia kedalam tendanya dan berbicara tentang hal tersebut kepada istrinya. Beberapa saat kemudian beliau kelur tenda, menyembelih unta kurbannya, dan memotong rambutnya. Sehingga tersentak kemudian seluruh kaum muslimin tergerak untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh uswah mereka tersebut. Kemungkinan besar itulah maksud dari baiat mereka kepada Rasulullah SAW ketika dalam perjalanan menuju mekah sebelum sampai di hudaibiyah. Begitu banyak kisah-kisah kecil yang terjadi baik sebelum maupuan sesudah hal tadi yang mentarbiyah kaum muslimin tentang beruswah penuh kepada Rasulullah SAW. Sebab mereka tahu ini semua bukan hanya karena perintah orang yang mereka kasihi, tetapi lebih beresensi ketaatan kepada Allah SWT sekaligus meliputi ketaatan kepada beliau RasulNya.

Begitu mulia akhlak beliau dan begitu paripurna segala perilaku beliau. Segala ombak ujian selama masa perjanjian itu beliau jalani dengan menjunjung tinggi akhlaknya sebagai rasul dan diikuti dengan ketaatan penuh kaum muslimin untuk beruswah dengan segala contoh dan seruan yang dilakukan oleh beliau tentunya dengan tanpa meninggalkan dasar yang juga beliau ajarkan. Keadaan tersebut begitu terjaga hingga akhirnya Allah SWT memberikan kemenangan besar berupa penaklukan kota mekah yang disusul kemudian oleh berbondong-bondongnya manusia untuk berikrar setia menyatakan diri memeluk islam.

Saudaraku yang bijak dalam menyikapi berbagai persoalan,

begitu banyak kisah kepahlawanan yang terukit indah dalam sejarah kaum muslimin diberbagai zaman yang tak luput dari beruswah penuh kepada Rasulullah SAW, sehingga barulah mereka bisai mencapai kemenangan yang nyata. Lantas bagaimana dengan kita di era in?, apakah kita tetap mau bertahan dengan keegoisan ketidak-beradaban kita, dengan berlepas diri dari berusawa kepada mkhluk yang pari purna akhaknya?, ataukah kita rela dengan hardikan fitnah orang-orang yang memusuhi islam itu?.

Saudaraku yang tak pernah lelah untuk berpikir,

sekali lagi sungguh hal ini (bersuwah kepada beliau) menjadi hal yang paling urgen dalam menghadapi berbagai persoalan di era terbaru ini. Begitu banyak uswah dari beliau yang bisa kita pakai dalam segala aspek kekinian dan kedisinian. Tentunya dengan tanpa meninggalkan dasar agar konteksnya sesuai dengan konteks kedisinian dan kedisinian yang dibutuhkan. Adakah kita lupa bahwa kita dituntut “cerdas rabbani” dalam ketaatan kita?.

Saudaraku yang senantiasa tersenyum tulus,

janganlah kita mudah untuk berfusi dalam hingar-bingar keduniaan yang membutakan, dan janganlah kita terbodohi oleh kepintaraan kita yang menyesatkan. Dalam kehidupan ini kita takkan bisa lepas dari petunjuk, tetapi petunjuk yang mana?. Tentunya petunjuk Allah SWT tuhan seru sekalian alam dan Uswah dari RasulNya Muhammad SAW yang selamanya tidak akan pernah menyesatkan kita.

Wallahualam…

Ditulis dengan rasa cinta yang mendalam kepada Sang Uswatunhasanah Rasulullah SAW.

Filed under: rehat, tarbiyah

albantani

blog ini berbagi kisahnya kepada siapapun dan siapapun boleh berbagi di bog ini.
{ibnumasudalbantani}

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.