Ibnumasudalbantani's Blog

Ikon

saling berbagi diatas secarik blog…

Pembaharuan Dalam Islam


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Say thou: “This is my way: I do invite unto Allah,- on evidence clear as the seeing with one’s eyes,- I and whoever follows me. Glory to Allah! and never will I join gods with Allah!”

Yah inilah jalanku, jalan kita!!!

mencoba membuka wawasan kekinian tentang pembaharuan dalam islam.

PENDAHULUAN

Pembaharuan islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.[1] Dengan demikian pembaharuan dalam islam bukan berarti mengubah, mengurangi atau menambah teks al-quran maupun teks al-hadist, melainkan hanya mengubah atau menyesuaikan paham atas keduanya sesuai perkembangan zaman. Hal ini dilakukan karena betapa pun hebatnya paham-paham yang dihasilkan para ulama atau pakar di zaman lampau itu tetap ada kekurangannya dan selalu dipengaruhi oleh kecendrungan, pengetahuan, situasi sosial, dan lain sebagainya. Paham-paham tersebut untuk di masa sekarang mungkin masih banyak yang relevan dan masih dapat digunakan, tetapi mungkin sudah banyak yang tidak sesuai lagi.

Selain itu pembaharuan dalam islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat didalam Al-Qur’an & Al-Sunnah. Hal ini perlu dilakukan karena terjadi kesenjangan antara yang dikehendaki Al-Qur’an dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Sehingga, ketika pandangan umat demikian jelas tidak sejalan dengan ajaran Al-Qur’an & Al-Sunnah, dan hal demikian harus diperbarui dengan jalan kembali kepada dua sumber ajaran islam yang utama itu. Dengan demikian, maka pembaharuan islam mengandung maksud mengembalikan sikap dan pandangan hidup umat agar sejalan dengan petunjuk  Al-Qur’an & Al-Sunnah.

URGENSI DAN FAKTOR-FAKTOR ADANYA GERAKAN PEMBAHARUAN DALAM ISLAM SERTA PENGARUHNYA

Dalam Islam seruan pembaruan itu bukanlah suatu gerakan yang lahir begitu saja. Tapi merupakan bagian dari ajaran Islam itu sendiri sebagaimana hadits Dari Abu Hurairah r.a.:”Sesungguhnya Allah akan mengutus kepada umat ini (Islam) setiap seratus tahun, orang yang akan memperbarui agamanya. Namun, dalam usaha pembaruan ala barat (sekulerisme), usaha pembaruan malah menjadi usaha pendangkalan dan pemusnahan ajaran Islam. Sedangkan pembaruan dimaksud Islam adalah kembali kepada ajaran Islam yang murni dengan tetap menjaga esensi dan karakteristik ajaran Islam.

Periode modern (1800 M dan seterusnya) adalah zaman kebangkitan bagi umat islam. Ketika mesir jatuh ketangan barat (Perancis) serentak mengagetkan sekaligus mengingatkan umat islam bahwa ada peradaban yang maju dibarat sana (eropa) dan merupakan ancaman bagi islam. Sehingga menimbulkan keharusan bagi raja-raja islam dan pemuka-pemuka islam itu untuk melakukan pembaharuan dalam islam. Kehawatiran inilah yang sejatinya menjadi penyebab mengapa pembaharuan dalam islam menjadi urgen.

Dalam kenyataanya (ironis memang) selain radiasi moderenisasi  yang kuat dari luar, kekeroposan didalam islam sendiri juga terjadi. Mengakibatkan gerakan-gerakan perlunya pembaharuan dalam islam. Namun, dalam perjalannya didalam islam terjadi perbedaan pandangan tentang bagaimana menyikapi dan menindaklanjuti pembaharuan dan atau moderenisasi dalam islam. Hal sedemikian itu menyebabkan munculnya istilah kaum mederenis dan kaum tradisionalis.

Proses gerakan pembaharuan dalam islam terus berjalan. secara kasat mata terjadi dua sudut pandang yang berbeda, lambat laun terlihat adanya benang merah yang bisa ditarik (muncul titik temu) dari dua pandangan tersebut yang bisa ditarik (tentunya masih menyisakan pandangan yang berbeda pula ). Yaitu, yang dimaksud dengan pembaharuan dalam islam, bukan mengubah Al-quran dan Al-hadis, tetapi justru kembali kepada Al-quran dan Al-hadis, sebagai sumber ajaran islam yang utama. Dengan pengamalan-pengamalan yang murni tanpa terkontaminasi paham-paham yang bertentangan dengan Al-quran dan Al-hadis itu sendiri.

Kesimpulan

Pembaharuan adalah sebuah keniscayaan dalam ajaran islam yang memang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus berlangsung. Pembaruan memerlukan usaha yang istiqomah (dalam segi kualitas & kuantitas) dan juga riayah. Dalam usaha pembaharuan umat Islam tetap dituntut agar tidak keluar dari batasan-batasan yang telah digariskan oleh ajaran-ajaran Islam (Al-quran & Al-hadis). Pembaruan bukanlah sekedar ucapan, slogan atau gerakan yang bersifat temporal. Namun, lebih dari itu yaitu butuh keistiqomahan dalam menjalankan dan menjaganya hingga ahir dan mewariskannya pada generasi penerus dimasa depan.

terimakasih untuk sahabat-sahabatku di kelompok-2 studi islam-3, yang sudah mau capek-capek membantu menyusun dan membuat makalah ini. :D

*nb:siapapun yang mau memebaca lebih nyaman sialahkan unduh: makalah studi islam 3, presentasi urgensi pembaharuan.


 

[1] Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam sejarah Pemeikiran dan Gerakan, (jakarta: Bulan Bintang 1975), cet I, hlm. 10.

Filed under: tugas

One Response

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.